Pengendara Sepeda Listrik wajib menggunakan Helm dan memiliki SIM

Share

Apakah anda selama ini pernah bertanya tanya , apakah pengendara sepeda listrik wajib menggunakan Helm dan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) ?? Kalau begitu akan saya bahas sedikit demi sedikit agar kalian semua tidak bingung lagi .

sepeda listrik

Apa itu Sepeda Listrik ??

Sepeda Listrik

Sepeda listrik adalah sepeda yang digerakkan dengan tenaga baterai yang dapat diisi (rechargable). Berikut antara lain adalah poin-poin penting yang perlu diketahui tentang sepeda listrik:

  1. Sumber tenaga murni dari baterai. Kebanyakan pakai tipe lithium-ion dengan kapasitas beragam menggunakan satuan KWh. Semakin besar KWh semakin jauh pula jarak yang bisa ditempuh.
  2. Pengisian ulang. Rata-rata bisa menggunakan listrik rumah 220 volt biasa. Untuk sepeda motor Zero, daya yang dibutuhkan sebesar 1.300 watt untuk pengisian.
  3. Lama pengisian baterai. Hal ini juga bergantung pada kapasitas baterai yang dibawa. Rata-rata pengisian normal antara 4-8 jam (dari kosong sampai penuh). Waktu pengisian akan lebih cepat jika pakai charger khusus.
  4. Jarak tempuh. Ini juga bergantung kapasitas baterai. Semakin besar baterai semakin lama waktu tempuh dan semakin jauh jarak yang bisa dijelajahi. Rata-rata untuk sepeda motor listrik premium minimal 150-300 km.

decorative-line

Aturan Mengenai Sepeda Listrik

Sampai dengan Artikel ini saya buat , saya sendiri masih dibuat bingung mengenai Aturan tentang sepeda Listrik ini. Saya sudah mencoba googling dimana mana , tetapi menunjukkan hasil yang berbeda beda . Ada beberapa daerah yang mewajibkan Pengendara Sepeda Listrik untuk menggunakan Helm , dan memiliki SIM , serta STNK. Akan tetapi ada juga beberapa daerah yang mengatakan bahwa Sepeda Listrik tidak memerlukan surat menyurat seperti SIM dan STNK.

Agar para pembaca lebih paham mengenai apa yang saya maksud , akan saya jelaskan lebih rinci satu persatu.

blue line at 600 fades to light

Pendapat Bahwa Sepeda Listrik Tidak Memerlukan Administrasi SIM , STNK , dan BPKB

Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (“UU LLAJ”), yang diwajibkan untuk mengenakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia   dan wajib di registrasikan adalah pengendara sepeda motor, penumpang sepeda motor, serta pengendara dan penumpang kendaraan bermotor beroda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah di jalan.

Karena tidak dijalankan dengan mesin motor, melainkan dengan baterai,, maka sepeda listrik bukanlah termasuk sepeda motor yang dimaksud dalam Pasal 1 angka 20 UU LLAJ:

 

Sepeda Motor adalah Kendaraan Bermotor beroda dua dengan atau tanpa rumah-rumah dan dengan atau tanpa kereta samping atau Kendaraan Bermotor beroda tiga tanpa rumah-rumah.

Oleh karena itu, menurut hemat kami, jika berdasar pada UU LLAJ, maka sebenarnya tidak ada kewajiban menggunakan helm bagi pengendara sepeda listrik dan tidak perlu Registrasi kendaraan seperti STNK , dan BPKB.

Berdasarkan artikel yang termuat di HukumOnline.Com dan wikipedia.org menyatakan seperti ini :

Sepeda motor listrik adalah kendaraan tanpa bahan bakar minyak yang digerakkan oleh dinamo dan akumulator. Seiring dengan mencuatnya masalah pemanasan global dan kelangkaan BBM maka kini produsen kendaraan berlomba-lomba menciptakan kendaraan hibrida, dan sepeda motor listrik termasuk salah satu di dalamnya. Sampai sekarang di Indonesia telah tersedia tipe dengan kecepatan 60 km/jam, dilengkapi rem cakram, lampu penerangan dekat dan jauh, lampu sein, lampu rem serta klakson.

Pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan menegaskan kendaraan ini tidak memerlukan STNK. Disamping itu, Dinas Perhubungan menambahkan pernyataan juga tidak diperlukannya BPKB

blue line at 600 fades to light

Pendapat Bahwa Pengendara Sepeda Listrik Wajib menggunakan Helm dan Harus Melakukan Registrasi Kendaraan

Menurut Pasal 1 ayat 7 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan :

“Kendaraan adalah suatu sarana angkut di jalan yang terdiri atas Kendaraan Bermotor dan Kendaraan Tidak Bermotor.”

Pasal 1 ayat 8 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan :

“Kendaraan Bermotor adalah setiap Kendaraan yang digerakkan oleh peralatan mekanik berupa mesin selain Kendaraan yang berjalan di atas rel”

Pasal 1 ayat 9 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan :

“Kendaraan Tidak Bermotor adalah setiap Kendaraan yang digerakkan oleh tenaga manusia dan/atau hewan.”

Berdasarkan Pasal di atas , sangat jelas bahwa sepeda listrik bukan merupakan kendaraan yang digerakkan oleh tenaga manusia/hewan , melainkan oleh peralatan mekanik. Yang berarti Sepeda listrik termasuk dalam kategori Kendaraan Bermotor.

Berdasarkan Pasal 64 ayat 1 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan :

(1) Setiap Kendaraan Bermotor wajib diregistrasikan.

Pasal 65 ayat 1 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan :

(1) Registrasi Kendaraan Bermotor baru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (2) huruf a meliputi kegiatan:
a. registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor dan pemiliknya;
b. penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor; dan
c. penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.

Berdasarkan pasal tersebut dikatakan bahwa setiap Kendaraan Bermotor wajib diregistrasikan yakni berupa penerbitan STNK.

Berdasarkan Pasal 211 PP No 44 Tahun 1993 Tentang Kendaraan dan Pengemudi :

(1) Untuk mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki surat izin mengemudi.
(2) Surat izin mengemudi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dibagi dalam beberapa golongan:

a. golongan A, untuk mengemudikan mobil penumpang, mobil bus dan mobil barang yang mempunyai jumlah berat yang diperbolehkan tidak lebih dari 3.500 kilogram;
b. golongan B I, untuk mengemudikan mobil bus dan mobil barang yang mempunyai jumlah berat
yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kilogram;
c. golongan B II, untuk mengemudikan tractor atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta
tempelan atau gandengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau kereta gandengan
lebih dari 1.000 kilogram;
d. golongan C, untuk mengemudikan sepeda motor yang dirancang mampu mencapai kecepatan
lebih dari 40 kilometer per jam;
e. golongan D, untuk mengemudikan sepeda motor yang dirancang dengan kecepatan tidak lebih dari 40 kilometer per jam

Berdasarkan pasal di atas , Kendaraan Bermotor yang memiliki kecepatan kurang dari 40km/jam (dalam hal ini sepeda listrik) wajib memiliki Surat Ijin Mengemudi Golongan D.

Kewajiban menggunakan helm standar nasional Indonesia bagi pengendara sepeda motor diatur dalamPasal 57 ayat (1) jo ayat (2) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (“UU No. 22/2009”) yang berbunyi :

 (1) Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan wajib dilengkapi dengan perlengkapan Kendaraan Bermotor.

(2) Perlengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi Sepeda Motor berupa helm standar nasional Indonesia.

 Selain itu, Pasal 106 ayat (8) UU No. 22/2009 mengatur bahwa:

 Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor dan Penumpang Sepeda Motor wajib mengenakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia.”

Jadi, berdasarkan ketentuan di atas pengendara motor baik pengemudi maupun penumpang diwajibkanmenggunakan helm dengan standar nasional Indonesia

Demikian 2 (dua) pendapat berbeda mengenai aturan tentang penggunaan Sepeda Listrik . Bagi anda yang mempunyai pengetahuan lebih mengenai hal tersebut , silahkan sharing di kolom komentar ataupun dapat langsung menghubungi saya.

Lalu bagaimana menurutmu kalian mengenai kedua pendapat tersebut ?? Bagaimana aturan yang ada di Kota Kalian ??

KuliahHukum.Com

Share
author
14 Respon
  • Aplikasikan

    demikeselamatan.. meskipun bukan sepeda listrik ya harus pakek helm gan 😀

    • betul gan , untuk keselamatan sendiri juga ..

  • Seanaja

    Wajib lah, itukan sudah kendaraan bermrsin

  • Monz Brz

    wah ane setuju ini mah

  • arif

    Wiiiih…. ilmunya berguna banget ini min.. pasti adminnya jurusan hukum ya? sampe tau hukum dan pasal-pasal tentang kendaraan sepeda listrik… ane aja kagak tau kadang hukum pasal sepeda motor…he..he..he.. lanjutkan min untuk kebaikan orang bnyk

    • hehehe , oke siap gan …

  • Aditya Iskandar

    anjir lengkap sekali min nice artikel

  • Gue setuju banget kalau ada aturan seperti ini.

  • Aditya Iskandar

    thx infonya sob sampe dijabarin semua pasl pasalnya

  • luar biasa, sampai semua pasal di jabarkan. mantap nih bos

  • Rusmayana Hacked

    Thanks Infornya, saya harus berhati” nih

  • Vadhylah Ismail

    Thanks infonya gan .. harus berhati hati nih keknya wkokwo

  • Rizal Kurniawan

    Terimakasih gan untuk info dan penjelasannya

  • niam ansori

    demi keselamatan pengendaranya juga kan ya