Banyak Uang , Kasus Jessica Kumala Wongso Bertele-tele !

5 comments 2904 views
Share

Siapa sih yang gk tau sama kasus Jessica Kumala Wongso alias Kasus Kopi Sianida ??

 

Serius ada yang belum tahu ??

Oke , akan saya ceritakan sedikit bagaimana kasus pembuhunan terhadap Wayan Mirna Salihin yang diduga dilakukan oleh Jessica Kumala Wongso.

a0f45120-3950-4a6b-8526-53e8933e46f0_169Pada tanggal 6 Januari 2016, Wayan Mirna Salihin, 27 tahun, meninggal dunia setelah meminum es kopi ala Vietnam di Olivier Café, Grand Indonesia . Saat kejadian, Mirna diketahui sedang berkumpul bersama kedua temannya, Hani dan Jessica Kumala Wongso. Menurut hasil otopsi pihak kepolisian, ditemukan pendarahan pada lambung Mirna dikarenakan adanya zat yang bersifat korosif masuk dan merusak mukosa lambung. Belakangan diketahui, zat korosif tersebut berasal dari Hidrogen Sianida. Sianida juga ditemukan oleh Puslabfor Polri di sampel kopi yang diminum oleh Mirna. Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi, polisi menetapkan Jessica Kumala Wongso sebagai tersangka. Jessica dijerat dengan pasal 340 KUHP atau pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana seumur hidup.

Pada awal perkembangan kasus kematian Mirna, kepolisian sempat menemui jalan buntu karena pihak keluarga Mirna tidak mengizinkan untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah Mirna. Namun, setelah dilakukan musyawarah dan dijelaskan oleh pihak kepolisian, akhirnya pihak keluarga mengizinkan polisi untuk melakukan otopsi. Dari hasil otopsi tersebut diketahui bahwa terdapat pendarahan di lambung Mirna. Pendarahan ini diakibatkan oleh zat korosif yang berasal dari Sianida.

Berdasarkan penemuan tersebut, polisi berkeyakinan bahwa kematian Mirna tidak wajar. Polisi kemudian melakukan prarekonstruksi di Olivier Café pada tanggal 11 Januari 2016 dengan menghadirkan dua orang teman Mirna yakni Hani dan Jessica. Polisi juga meminta keterangan dari pegawai Olivier Café.

wayan-mirna-salihin-27_20160119_155121Polisi pun mengembangkan penyelidikan dengan memanggil beberapa saksi termasuk pihak keluarga Mirna yang diwakili oleh ayahnya, juga dua orang teman Mirna yakni Hani dan Jessica. Jessica sendiri diperiksa oleh pihak kepolisian sebanyak 5 kali. Jessica tidak hanya dimintai keterangan, namun polisi juga menggeledah rumahnya pada tanggal 10 Januari 2016. Polisi diketahui mencari celana yang dipakai oleh Jessica pada saat kejadian. Namun hingga kini, celana tersebut belum ditemukan.

Tidak hanya memeriksa para saksi, polisi pun meminta keterangan dari para ahli diantaranya ahli IT, hypnotheraphy, psikolog, dan psikiater untuk menguatkan bukti dugaan terhadap pelaku.

Kepolisian RI juga meminta bantuan kepada Kepolisian Federal Australia untuk mendalami latarbelakang Jessica selama berada di Australia.

Setelah hampir satu bulan sejak kematian Wayan Mirna Salihin, polisi akhirnya mengumumkan pelaku pembunuhan berencana ini. Jessica Kumala Wongso ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 29 Januari 2016 pukul 23:00 WIB[3]. Jessica yang diketahui sebagai teman Mirna yang juga memesankan minuman, ditangkap keesokan harinya di Hotel Neo Mangga Dua Square, Jakarta Utara, pada tanggal 30 Januari 2016 pukul 07:45 WIB. Setelah menjalani pemeriksaan selama 13 jam sebagai tersangka, Jessica pun ditahan oleh pihak kepolisian.

 

Tapi yang akan saya bahas pada artikel kali ini lebih terkait pada banyaknya tanggapan ataupun komentar dari Netizen bahwa Kasus Jessica Kumala Wongso terkesan bertele tele dikarenakan banyak uang.

 

Ya ampun , yah saya memang tidak bisa menyalahkannya juga sih . Karena saya yakin banyak dari netizen yang masih terbilang buta oleh hukum. Banyak yang belum mengerti bagaimana proses penyidikan oleh Polisi , Penuntutan oleh Kejaksaan , dan penetapan Putusan oleh Pengadilan. Akan tetapi banyak Netizen yang sudah berani berkoar koar di Internet / media sosial dengan menyalahkan pihak ini ataupun pihak itu seakan akan mereka tau segalanya dan sudah merasa yang paling benar . 

 

Oke , akan saya bahas pelan pelan ya …

Penahanan berdasarkan pasal 20 KUHAP dibagi menjadi 3 (tiga) , yakni :

a. Untuk kepentingan penyidikan, penyidik atau penyidik pembantu atas perintah penyidik berwenang melakukan penahanan
b. Untuk kepentingan penuntutan, penuntut umum berwenang melakukan penahanan atau penahanan lanjutan
c. Untuk kepentingan pemeriksaan hakim di sidang pengadilan dengan penetapannya berwenang melakukan penahanan

Lalu berapa lama masa penahanan yang dilakukan oleh Penyidik, Penuntut Umum , dan Pemeriksaan di Pengadilan ?

Hal tersebut di atur dalam Pasal 24 – 29 KUHAP

Pasal 24
(1) Perintah penahanan yang diberikan oleh penyidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, hanya berlaku paling lama dua puluh hari.

(2) Jangka waktu sebagaimana tersebut pada ayat (1) apabila diperIukan guna kepentingan pemeriksaan yang belum selesai, dapat diperpanjang oleh penuntut umum yang berwenang untuk paling lama empat puluh hari.

 

Pasal 25
(1) Penintah penahanan yang dibenikan oleh penuntut umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, hanya berlaku paling lama dua pulub hari.

(2) Jangka waktu sebagaimana tersebut pada ayat (1) apabila diperlukan guna kepentingan pemeriksaan yang belum selesai, dapat diperpanjang oleh ketua pengadilan negeri yang berwenang untuk paling lama tiga puluh hari.

 

Pasal 26
(1) Hakim pengadilan negeri yang mengadili perkara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84, guna kepentingan pemeriksaan berwenang mengeluarkan surat perintah penahanan untuk paling lama tiga puluh hari.
(2) Jangka waktu sebagaimana tersebut pada ayat (1) apabila diperlukan guna kepentingan pemeriksaan yang belum selesai, dapat diperpanjang oleh ketua pengadilan negeri yang bersangkutan untuk paling lama enam puluh hari.

 

Pasal 27

(1) Hakim pengadilan tinggi yang mengadii perkara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87, guna kepentingan pemeriksaan banding berwenang mengeluarkan surat perintah penahanan untuk paling lama tiga puluh hari.

(2) Jangka waktu sebagaimatia tersebut pada ayat (1) apabila diperlukan guna kepentingan pemeriksaan yang belum selesai, dapat diperpanjang oleh ketua peiigadilan tinggi yang bersangkutan untuk paling lama enam puluh hari.

 

Pasal 28
(1) Hakim Mahkamah Agung yang mengadili perkara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88, guna kepentingan pemeriksaan kasasi berwenang mengeluarkan surat perintah penahanan untuk paling lama lima puluh hari.

(2) Jangka waktu sebagaimana tersebut pada ayat (1) apabila diperlukan guna kepentingan pemeriksaan yang belum selesai, dapat diperpanjang oleh Ketua Mahkamah Agung untuk paling lama enam puluh hari.

 

Pasal 29
(1) Dikecualikan dan jangka waktu penahanan sebagahnana tersebut pada Pasal 24, Pasal 25, Pasal 26, Pasal 27 dan Pasal 28, guna kepentingan pemeriksaan, penahanan terhadap tersangka atau terdakwa dapat diperpanjang berdasar alasan yang patut dan tidak dapat dihindarkan karena:
a. tersangka atau terdakwa menderita gangguan fisik atau mental yang berat, yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter, atau
b. perkara yang sedang diperiksa diancam dengan pidana penjara sembilan tahun atau lebih.

(2) Perpanjangan tersebut pada ayat (1) diberikan untuk paling lama tiga puluh hari dan dalam hal penahanan tersebut masih diperlukan, dapat diperpanjang lagi untuk paling lama tiga puluh hari.

(3) Perpanjangan penahanan tersebut átas dasar permintaan dan Iaporan pemeriksaan dalam tingkat:
a. penyidikan dan penuntutan diberikan oleh ketua pengadilan negeri;
b. pemeriksaan di pengadilan negeri diberikan oIeh ketua pengadilan tinggi;
c. pemeriksaan banding diberikan oleh Mahkamah Agung;
d. pemeriksaan kasasi diberikan oleh Ketua Mahkamah Agung.

 

Agar Lebih mudah , akan saya berikan tabel seperti ini.

Tingkat Penahanan
Pihak yang Berwenang Melakukan Penahanan
 
Dasar Hukum
Maksimal Jangka Waktu Penahanan
Perpanjangan Jangka Waktu Penahanan
Penyidikan
Penyidik, dapat diperpanjang oleh penuntut umum

 
Pasal 24 ayat (1) dan ayat (2) KUHAP
20 hari
40 hari
Penuntutan
Penuntut umum, dapat diperpanjang oleh ketua pengadilan negeri

 
Pasal 25 ayat (1) dan ayat (2) KUHAP
20 hari
30 hari
Pemeriksaan di Pengadilan Negeri Hakim pengadilan negeri, dapat diperpanjang oleh oleh ketua pengadilan negeri

 
Pasal 26 ayat (1) dan ayat (2) KUHAP
30 hari
60 hari
Pemeriksaan di Pengadilan Tinggi Hakim pengadilan tinggi, dapat diperpanjang oleh ketua pengadilan tinggi

 
Pasal 27 ayat (1) dan ayat (2) KUHAP
30 hari
60 hari
Pemeriksaan di Pengadilan Tingkat Kasasi Hakim Mahkamah Agung, dapat diperpanjang oleh Ketua Mahkamah Agung

 
Pasal 28 ayat (1) dan ayat (2) KUHAP
50 hari
60 hari

 

Nah , sekarang sudah paham kan ? Berapa lama masa penahanan yang dilakukan di tingkat penyidikan , penuntut umum , dan pemeriksaan di pengadilan ?

Jadi , kenapa Kasus Jessica Kumala Wongso ini terkesan bertele tele bukan karena faktor uang atau apapun . Melainkan karena ini memang kasus yang sangat rumit dan pelik , yang mengharuskan penyidik , penuntut umum, ataupun pemeriksaan di pengadilan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa menyelesaikan perkara ini.

 

Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Pembunuhan_Wayan_Mirna_Salihin

Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)

Share
author
5 Respon
  • Ian De’ Aquarious

    saya yang sebagai orang awam apalgi masalah hukum,cuman bisa mendoakan biar kasus ini cepet selesai. Nice post gan

    • Ane juga bingung sebenernya gan , nonton sidangnya berkali kali .. Luamaaa bangett … Emang agak susah kyknya ini pembuktiannya

  • Reza Alsefi

    lah yg penting itu tersangka cepet ditahan..

  • Dikki Cantona Putra

    terlalu banyak uang jadinya bertele tele beritanya kelamaan banget kasusnya

  • Hadif Alifyanka

    mudah mudahan masalahnya cepat terselesaikan